XX

918 Kata

Part 20. Rencana Yang Berantakan Langit terlihat begitu mendung. Awan-awan hitam berkumpul di langit. Suara gemuruh mulai terdengar. Sesosok gadis cantik terlihat memerhatikan keadaan alam yang tidak bersahabat dari jendela kamarnya. Yang tadinya hanya gemuruh biasa berganti dengan petir. Namun, gadis cantik itu tak kunjung beranjak. Dia tetap setia berdiri di sana. Rintikan air yang turun membuatnya mengulas senyum. Hujan. Hal yang disukainya sejak dulu. Baginya hujan adalah salah satu moment yang tidak boleh terlewatkan. Ketika masih kecil dulu, ia sering bermain dibawah guyuran hujan dan berakhir dengan teguran sang ibu. Kala dia bandel, maka sang ibu tidak akan segan-segan menjemputnya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Jika dirinya sakit maka sang ayah akan menemaninya, mengabulk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN