Sore ini, aku sedang menyiram bunga di halaman depan. Kebiasaan yang kulakukan setiap sore semenjak kembali ke rumahku sejak kecil. Sebab, dulu Mama selalu memintaku menyiram bunga setiap sore. Mama sangat menyukai bunga, karena itulah aku akan selalu merawat bunganya sampai kapan pun. Kegiatan ini membuat jiwaku terasa damai. Melihat bunga-bunga yang indah dan wangi baunya. “Tante!” Teriakan seorang bocah membuatku menoleh. Tampak seorang wanita seusiaku berjalan bersisian dengan seorang gadis kecil berusia tujuh tahun. Melihat siapa yang datang, aku benar-benar kaget. Hesti bersama Cika. Kenapa mereka menyusulku ke sini? Sudah satu bulan aku berada di kota kelahiranku. Satu bulan lagi mengambil surat perceraian yang sudah jadi. “Cika, Hesti,” ucapku dengan kaget.

