Raisa mengejar orang tuanya memasuki kamar hotel yang sudah mereka sewa selama di Jakarta hingga hari pernikahan tiba, ya, sebenarnya Brian lah yang menyewanya, pria itu mempersiapkan semua hal untuk keluarganya. "Ma, Pa." tangisan Raisa menderas saat melihat kedua orang tuanya begitu kecewa. "Apa didikan Mama dan Papa kurang, buat Isa?" tanya Darma dengan kecewa, sejak tadi dia hanya diam dan menjadi penenang saat istrinya justru meledak- ledak. Raisa menggeleng "Maafin Isa Pa, Isa yang salah," ucapnya dengan sesegukan. "Jadi itu alasan Kemal menceraikan kamu?" Raisa mengangguk "Dan kamu menyembunyikan semuanya?" "Isa takut Mama dan Papa malu, gimanapun Isa yang salah." Raisa menunduk "Maafin Isa Ma, Pa. Isa nakal." Darma dan Lina terdiam masih tak mau melihat pada Raisa, sesuatu y

