Rendi mengantar Nadia dan Nada hingga ke depan gang, namun saat menyadari koper yang Nadia cukup berat akhirnya dia memilih membawakannya hingga ke depan rumah Nadia. "Harusnya biar aku aja, Mas." Rendi melihat ke arah Nada yang tertidur di pangkuan Nada. "Kamu bawa Nada, gimana bisa bawa koper ini." sambil mengeret koper Nadia, Rendi sesekali menoleh pada Nadia. "Makasih kalau gitu." Rendi tersenyum membiarkan Nadia berjalan lebih dulu lalu dia mengikutinya, namun langkah Rendi harus terhenti saat secara tiba-tiba Nadia menghentikan langkahnya. "Kenapa?" Rendi tertegun melihat raut wajah Nadia mengeras, lalu dia mengikuti arah pandangan Nadia dimana seorang pria berdiri di depan mereka. "Itu Nada kan?" tanyanya. Rendi mengerutkan keningnya, menatap bingung ke arah Nadia, namun Nadia

