Brian menatap Rendi yang terlihat sekali menjadi gugup, namun pria itu berusaha tetap tenang dengan berdehem "Mungkin itu ... adiknya," ucapnya dengan senyuman. "Boleh, Sayang, bila perlu ajak main ke rumah kita, biar nanti Rendi jemput mereka." Rendi menggaruk dahinya, lalu menghela nafasnya "Ya, nanti gue kesana," ucapnya sambil membalik berkasnya. Disisi lain Raisa pun menghampiri Nadia yang tengah asik memakan eskrim dengan seorang anak perempuan "Hai, Nadia," sapanya. Nadia mendongak, lalu membelalakan matanya "Eh, Mbak?" dia bahkan langsung berdiri dari duduknya. "Gak usah, duduk aja. Boleh ikut duduk juga kebetulan Aksa mau eskrim." "Boleh Mbak." Raisa mendudukan Aksa di kursi dan dirinya sendiri di sebelah Nadia "Ini ..." Raisa menatap bocah kecil di sebelah Nadia. "Oh, ini

