Setelah membawa pulang Delion kerumah orang tuanya, Bima, duduk berhadapan dengan wanita berkulit pucat itu. Dia menatap lekat wanita itu. Sebelum menyampaikan apa yang akan dia katakan, Delion sudah lebih dahulu mengatakannya. "Jika Kakak mau membahas mengenai Keneth, atau istri butanya itu, aku tidak ingin mendengarnya." Delion bersedekap dan memalingkan wajahnya. Dia merupakan orang yang keras kepala, meskipun terkadang dia menjadi lemah, tetapi saat dia sehat bugar, keras kepalanya akan berada diujung tanduk. Bima menghela nafas, "Kamu berbohong dengan Kakak? Keneth bukan kekasihmu?" Delion memutar bola matanya jengah, dia lalu menatap sang Kakak dengan kesal, "Bagi aku, Keneth adalah kekasihku. Itu tidak cukup untuk Kakak berhenti menanyakan hal konyol yang sama sekali aku tidak p

