Putra terdiam dikursi kebesarannya. Dia termenung, berfikir mengenai suatu hal yang mengganggu pemikirannya. Pria itu menghabiskan waktu berjam - jam untuk duduk, dan tanpa melakukan apapun dikantornya. Lalu, ketukan pintu juga tak membuat dia tersadar dari lamunannya. Seorang wanita masuk, dengan meletakan paper bag didepan meja milik Putra. Dia menunggu mendapat respon dari pria itu hanya berdiri sejak tadi. Tapi, Putra seolah tak meresponnya, membuat wanita itu akhirnya menggoyangkan lengan Putra pelan. "Mas..." Putra yang digoyangkan tersadar, dan mendongak menatap wanita itu. Dia mengerjapkan mata, lalu berdehem, "Ayu? Kenapa kamu berada disini?" Ayu duduk di kursi depan Putra, dan menghela nafasnya, "Aku mengantar makanan siang untuk kamu. Tapi, saat aku masuk, kamu ternyata mela

