Jenar mulai menggendong anaknya dengan pelan - pelan. Dia merasa jika dia salah, maka sang anak akan menjadi rapuh dan menghilang. Keneth menggendong satu anaknya, mereka berdua menggendong dengan perlahan satu sama lain. Jenar menatap ke arah suaminya, "Ken, ini anaknya udah dikasih nama?" Keneth menggelengkan kepala, "Belum." "Aku kasih nama ala - ala Korea boleh?" Keneth mengangguk, "Asal istri senang, dan namanya masuk akal. Aku nggak masalah." "Gimana kalau anak kita dinamain Jira sama Jina. Bagus kan? Gimana - gimana Ken? Boleh nggak sih?" Keneth mengangguk, "Boleh, Jira sama Jina not bad. Yang aku gendong adiknya, namanya Jina. Sedangkan yang kamu gendong namanya Jira. Jangan sampai lupa." "Halo Jira, ini Mamah kamu yang cantik sekali kayak bidadari. Meski wajah kamu mirip P

