Setelah jamuan sarapan dirumah klien dari Putra, mereka tak diperbolehkan pulang karena sedikit disuruh menetap dengan Nyonya Alfani. Mereka bergantian disuguhi jamuan teh dengan beberapa perayaan kecil yang diadakan keluarga itu, dengan permainan biola dan tarian dari beberapa wanita cantik untuk menghibur mereka semua. "Saya itu sebelum cacat seperti ini sangat pandai sekali untuk bermain biola. Sangat disayangkan, saya tidak bisa memainkannya kembali. Bagi saya dulu, setiap gesekan demi gesekan adalah bagai nafas saya, biola bagai permata dunia saya." Valerie tersenyum menatap wanita paruh baya itu, "Sama dengan saya Nyonya. Dulu, saya selalu membawa biola dan menciptakan harmoni yang syahdu. Tetapi itu dulu, sebelum menjadi ibu rumah tangga. Mungkin sekarang, saya kurang fasih dalam

