Alika menjerit kesakitan. Jambakan kuat Vidya pada rambutnya, membuat segumpal lembaran hitam indah yang menjadi mahkota kepalanya terlepas. Vidya yang datang tiba-tiba dan memukul Alika membabi buta tanpa permisi, membuat ia hilang keseimbangan dan tidak berdaya melawan keganasan wanita itu. Tubuh Alika merunduk, hampir mencium lantai yang langsung di duduki oleh Vidya. Menarik rambutnya dan mencakar wajah wanita cantik itu hingga berdarah. Pergumulan mereka di lorong rumah sakit menjadi saksi, sangarnya kemarahan Vidya yang selalu sabar akan semua perbuatan Alika yang telah mencapai puncak. "Lepaskan bodoh, auw ... rambutku!" Tangan Alika menggapai-gapai di udara, berusaha menghalangi pukulan yang dilayangkan Vidya di wajahnya. "Aku sabar, kau injak-injak b*****t. Kubunuh kau jika

