Suara teriakan cukup nyaring pada saat itu, di sebuah ruangan yang merupakan salah satu ruang kerja, sebuah gigi berderet rapi nan putih itu ternyata menggigit sesamanya. "Aagh! Wanita sial*n!" Teriakan seorang pria membuat Kiara makin panik, tapi ia yang kesal akhirnya menggunakan lututnya untuk mengenai alat vital laki-laki yang ada di hadapannya itu. "Mampus lu! Mam tuh lutut mulusku!" gumamnya sembari berlari dari kungkungan lelaki itu. Rasa sakit dan ngilu tentu Kiara tinggalkan, entah sebagai awal masalah, ataupun masalah baru yang ia ciptakan sendiri. Namun yang pasti, ia kini benar-benar berani. Ia sudah mati rasa, meski lelaki yang ada di hadapannya jauh lebih muda dan lumayan tampan, meski lebih tampan Arthur. Entah memang hatinya yang sudah tertutup, atau tengah tertut

