Entah ini keputusan baik ataupun tidak, tapi tidak ada pilihan lain. Kiara hanya diliputi rasa bersalah, dan ia yakin – ia tidak dapat berbuat apa-apa selain memperbaiki kesalahannya. "Oke, Kiara. Sebaiknya kita turun saja dulu dari bus, sebelum akhirnya kita akhirnya melanjutkan cerita kita." ujar Arif. Pria itu tersenyum kecil, dan Kiara hanya tersenyum simpul. Ia sungguh bingung dengan segala situasi yang tengah ia alami. Beberapa saat kemudian akhirnya mereka turun. Kiara akhirnya terpaksa menceritakan ia hendak ke mana dan apa yang hendak ia lakukan di kota itu. Tanpa Kiara duga-duga, akhirnya Arif berkata hendak membantunya mencarikan kosan yang murah, dan kebetulan – ia juga bekerja di perusahaan yang sama dengan yang akan Kiara datangi. Hari sudah larut malam, dan malam i

