Tepat pada pukul lima pagi, mata Fandy otomatis terbuka tanpa alarm. Badannya terasa segar kecuali tangan kanannya. Begitu pandangannya terang, ia mendapati kepala Zhao Wei menindih lengannya itu. Sementara itu, tangannya yang lain berada di atas perut gadis itu, dan Zhao Wei memeluknya erat seperti layaknya sebuah guling. Fandy menelan ludah menyadari situasi ini. Ia tidak ingat bagaimana awalnya mereka berada dalam posisi seperti ini. Semalam ia pasti benar-benar mengantuk. Aduh. Ini kalau Zhao Wei bangun pasti udah teriak-teriak komplain. Gimana nih? Fandy kebingungan karena posisinya sangat tidak memungkinkan untuk menarik kedua tangannya sekaligus. Jika ia melakukannya, gadis itu akan bangun seketika. Alhasil ia memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama, berpikir barangkali Zhao

