Sebelum kembali ke Indonesia, Zhao Wei dicecar pertanyaan oleh mamanya mengenai obrolan rahasia sang nenek dengannya. Ia merasa geram sekaligus heran bagaimana mamanya bisa mempertanyakan hal itu dalam situasi duka yang masih ada. Itulah yang mendorongnya pergi dari Taiwan secepat mungkin meskipun ingin berada di sana sedikit lebih lama. Beruntung Fandy langsung mengambil alih dengan menjawab bahwa obrolan itu mengenai anak-anak mereka kelak. Perkara yang nampaknya kecil itu cukup berdampak pada suasana hati Zhao Wei. Sejak dari Taiwan sampai tiba di Bandung, ia masih tampak murung. Tentu saja Fandy sedih melihat kondisinya seperti ini. Diam-diam ia meminta bantuan Benita. "Wei, ayo bangun. Bentar lagi Benita sama Tommy dateng." Fandy duduk di tepi ranjang dan menggoyang-goyangkan badan

