Fandy sudah terbangun sejak beberapa saat lalu, tetapi enggan beranjak dari ranjang. Ia menyukai pemandangan di sampingnya. Ditatapnya wajah polos tapi manis milik istrinya itu saat masih tertidur lelap. Bandana lucu di kepalanya menambahkan kesan imut. Disentuhnya lembut pipi Zhao Wei hingga gadis itu bergerak sedikit. Dalam kepala Fandy tiba-tiba muncul sebuah ide iseng. Ia ingin menguji apakah Zhao Wei akan meresponsnya dalam tidur. "Zhàowēi, wǒ ài nǐ[1]," katanya menyatakan cinta dalam bahasa Mandarin. Zhao Wei mengeluarkan suara dengungan singkat lalu menjawab, "Wǒ yě ài nǐ, Fandy[2]." Kedua manik mata Fandy terbuka lebar dan senyumnya mengembang. Astaga nih anak. Bisa aja ngejawab padahal masih tidur. Masih belum puas sampai di situ, Fandy mengajukan pertanyaan lainnya. "Kamu mau

