Pengakuan Pertama

2049 Kata

Mata Bara masih saja terus berkaca-kaca. Bagaimana tidak, ia baru saja menemukan puing-puing memori yang telah lama meninggalkan pikirannya. Namun sayang, ia tidak dapat langsung memeluk dan tersenyum bahagia karena Andara tampak tidak berdaya. Rasanya, malam tidak lebih gelap dari suasana sepi yang berjalan dalam keramaian selama kurang lebih empat tahun lamanya. Hujan pun tidak lebih dingin dari tipuan yang mulai kelihatan di depan mata. Bara terus bertanya, kapan alam berhenti menyiksa batinnya. Padahal yang Bara butuhkan hanya kehangatan yang tulus dan sepenuh hati. Namun tampaknya, dunia bukan tempat aman untuk mereka yang tidak punya kenangan. Bara menggenggam tangan Andara, "Andara, terima kasih sudah datang ke dalam hidup saya dan membuat bahagia. Terima kasih sudah mencintai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN