Andara mundur perlahan dan meninggalkan keduanya untuk memberi waktu serta kesempatan dalam menyelesaikan masalah mereka. Saat itu, Bara menyadari hal tersebut. "Isabela, dengar! Jika kamu masih ingin mengoceh, silakan!" "Bara, apa kamu tidak berniat untuk merayu saya?" Bara menghela napas panjang, "Saya hanya merayu, jika saya suka." Bara mundur perlahan dan meninggalkan Isabela diantara ruangannya dengan ruang Andara. Bersama langkah cepat, Bara mengejar Andara. Sementara Jo, ia hanya memperhatikan keadaan dari jarak yang tidak terlalu jauh. Meskipun sakit hati dengan sikap dan perilaku Isabela terhadap Andara, tapi Jo menahan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan kali ini. Sebab, ia melihat kepedulian yang besar dari Bara terhadap Andara. "Sebentar, Andara!" panggil Bara sambi

