Bukti Pertama

2121 Kata

Seperti malam yang digigit oleh sepi, begitu juga hati Jo yang telah terkunci. Dingin dan beku seakan sudah mati. Hanya ada satu nama yang melekat sempurna, seakan sudah ditorehkan dengan tanda tangan kematian di dalam sanubarinya. Langkah Jo lemah dan goyang, seakan sedang berjalan di atas tanah yang diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 7,5 Skala Richter. Namun, ia masih ingin berperang dengan waktu dan keadaan. Apalagi Jo tahu persis, beberapa KM di depan sana, ada perempuan berikutnya yang sedang ia cari. Berdasarkan perintah Bara terakhir kali, sesaat setelah Isabella meminta pertanggung jawaban Bara untuk menikahinya, Jo sudah sering menguntit Isabel. Jadi wajar saja jika saat ini, Jo paham betul, di mana Isabel berada. Wanita yang biasa menghabiskan malam di diskotik murahan, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN