16. Kisah Nathan

1552 Kata

"Tuan, apa anda biasa makan di tempat seperti ini?" tanyaku ketika tuan Nathan mengajakku makan di sebuah warteg pinggir jalan. Warteg kecil dan nggak begitu banyak pelanggan. Yang makan di sini pun cuma aku dan tuan Nathan. Kebanyakan yang kesini pesan untuk dibungkus. Aku memesan nasi ayam kecap dan sedikit sambal serta lalapan. Sedangkan tuan Nathan pesan nasi daging, mendoan, telur goreng, telur bebek rebus, sambal yang banyak dan tak lupa lalapan tiga porsi. Banyak juga makannya nih orang. Tapi badannya kok tetep bagus gitu ya? Hei Fara, kondisikan matamu! Hus! Hus! Pergi pikiran kotor! "Kenapa? Apa anda tidak nyaman makan di sini?" "Bukan! Bukan begitu!" Aku tersenyum canggung, "hanya saja ini membuat saya terkenang sesuatu." "Benarkah?" Tuan Nathan tersenyum senang. Aku hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN