“Halo?” suara itu kembali memanggil. Mereka kemudian mendengar langkah kaki yang berjalan mengelilingi klinik. Suara langkah kaki tersebut terdengar sangat lembut, bahkan terdengar sedikit tidak pasti. Saat mendengar suara tadi, Hara dan Athira sudah dapat memastikan siapa yang datang. Mereka menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala kepada satu sama lain. Mereka bahkan tidak perlu mengatakan sesuatu untuk mencapai sebuah kesepakatan. Athira bangun dari posisinya terlebih dahulu. Ia meregangkan tubuhnya, dan memastikan untuk membuat suara saat ia melakukannya. Orang yang baru saja masuk tersebut menengok ke arahnya. Itu adalah Agni. Saat ia melihat Athira, ia menjadi sedikit lebih relaks. “Oh, kau disana.” Ia meletakkan keranjang kayu yang ia bawa di atas meja, kemudian ber

