“Kakak!” Ia mendengar sebuah suara memanggilnya. Suaranya tidak terdengar seperti siluman kecilnya, jadi ia mengabaikannya. “Kakak! Kakak bangung!” Suara tersebut terus memanggilnya. Ia merasa tidurnya sedikit terganggu, sehingga ia membuka matanya. Ia mendapati dirinya masih terikat dalam belenggu, tetapi luka di lehernya sudah menutup sepenuhnya, tidak lagi mengalirkan darah dengan deras. Ia melihat seorang bocah lelaki kecil yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir. Ia berumur sekitar 10 tahun, dengan mata hitam bulat yang tampak jernih. Ia melihat ke arah siluman kecilnya. Ia masih tertidur, tetapi tubuhnya kini telah diselimuti oleh pakaian. Kepalanya terasa sedikit pusing, mungkin karena ia telah kehilangan banyak darah. Saat ia melihat tangan bocah tersebut, ia melihat boc

