“Tuan Mingyue, tolong alirkan air ke sini boleh?” “Ah, iya. Tentu saja.” Mingyue menggerakkan tangannya, memutar kipas lipat di tangannya. Air dari dalam sumur terdekat bergerak bersamaan dengan gerakan kipas lipatnya, membasahi lahan yang sudah ditanami dengan biji-bijian. Anak-anak yang melihat air yang dikendalikan oleh Mingyue tertawa senang. Mingyue mengalihkan kipasnya ke arah anak-anak tersebut, membuat air yang ia kendalikan berubah menjadi gerimis ringan. Mereka tertawa senang, bermain dalam hujan buatan Mingyue. Baju mereka basah kuyup, kotor dengan noda-noda lumpur yang terciprat saat mereka berlarian. “Ayo makan camilan dulu.” Hara membawa sebuah besar nampan berisi dengan berbagai macam kue pastri kecil. Athira muncul di belakangnya, juga membawa sebuah nampan yang sama b

