Athira memasang senyuman hangat yang terlihat sedikti mengantuk. Ia sedikit menundukkan kepalanya untuk menatap sang gadis. Saat Athira berjalan lebih dekat, gadis tersebut memiliki tinggi yang sama dengan dadanya. Gadis tersebut mendengus, melipat tangannya. “Aku saja tidak tahu namamu.” Athira memasang wajah sedikit terkejut, tetapi kemudian kembali tersenyum. “Aku belum memperkenalkan diri ya. Namaku Athira, asisten Tuan Mingyue di klinik ini.” Athira sedikit membungkukkan diri. “Namamu?” “Aku belum tahu yang lain.” Gadis tersebut masih memasang wajah angkuhnya. Athira hanya menghela nafas maklum saat melihatnya. “Baiklah, baiklah. Pria dengan rambut hitam panjang, selalu membawa kipas lipat, dan menggunakan perhiasan di dahi dan anting-anting adalah Tuan Mingyue. Ia adalah pemilik

