“Nona? Apa yang terjadi?” tanya Mingyue yang menyadarkan Suiren dari lamunannya. “Nona benar-benar tidak apa-apa? Apakah Nona tidak ingin istirahat saja?” tanyanya lagi. Suiren baru menyadari kalau wajah Mingyue sangat dekat dengan wajahnya sendiri, dan ia mengambil beberapa langkah mundur. Dari jarak yang sangat dekat, ia bisa melihat mata hitam milik Mingyue yang menatapnya dengan khawatir. Berbeda dengan saat ia bertanya pertama kali, ada sedikit nada candaan di perkataannya. Kali ini ia benar-benar terdengar khawatir. Apa yang perlu dikhawatirkan? “Aku tidak apa-apa kok, tenang saja.” Suiren memberikan sebuah senyuman kecil. Ia mengatakan itu, tapi Mingyue masih memberikan wajah khawatir. “Yah, mungkin sedikit pegal. Tapi selebihnya aku baik-baik saja.” Mingyue tidak terlihat terlal

