Dua Puluh Satu : Choice

1098 Kata

Kala menjalani hari seperti biasanya, ia tak lagi mempedulikan sahabatnya yang masih tak mau bersua. Tak juga menanyakan kabarnya setelah hampir dua minggu tak hadir di sekolah. Tidak membantunya dalam menyelesaikan tugas dan ulangan harian yang tertunda. Kala sedih jujur saja, tetapi ia berusaha baik-baik saja. Belum lagi orang tuanya selalu berpesan agar ia tak banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting. Walaupun menurut Kala, urusan sahabatnya itu semua penting. Pagi ini seusai upacara bendera, semua siswa harus mengumpulkan sampah di area sekolah. Tidak ada pemberitahuan jika jam kosong hari ini, dengan semangat yang tipis semua warga sekolah mengumpulkan sampah yang mereka temui di area sekolah. "Dih, panas banget. Mana harus keliling sekolahan." Kala mendengarkan saja, ia pun me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN