21

1370 Kata

Semoga mereka baik-baik saja. Nino berdiri di dekat jendela, pemandangan di luar sangat indah, hamparan biru laut dan hijau pepohonan sangat rugi untuk dilewatkan begitu saja, tapi ia tak peduli, matanya sekarang memandang ke arah ranjang tempat Ara bergelung di balik selimut. Perempuan itu terlihat rapuh, satu tungkainya yang telanjang menjulur dari balik selimut, wajahnya tertutup sebagian rambut hitamnya. Tadi malam setelah percintaan dahsyat mereka di bawah langit Singkawang yang dipenuhi bunga api, mereka memasuki tahap paling membingungkan dalam hubungan mereka. Setelah sampai di hotel, mereka kembali bercinta untuk yang kesekian kalinya, sampai-sampai Nino merasa tulangnya berderak karena terlalu banyak energi yang dikeluarkannya, tapi setelah itu, Ara berbalik memunggunginya, men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN