Ara sekarang punya kebiasaan untuk "mampir" dulu ke apartemen Nino setelah selesai bekerja, hampir setiap hari mereka berdua mencuri waktu disela-sela jadwal pemotretan Nino dan tugas Ara, untuk sekedar berkencan di kediaman pria itu, well...kencan bukan kata yang tepat, tapi lebih ke basah, telanjang dan terengah di ranjang Nino yang luas, atau di kamar mandi, atau di pantry, dan lebih sering berguling-guling di ubin yang dingin. Mereka segila itukah? yep, tak ada jam kosong yang tersia-sia, jika sudah merasa lelah dan seluruh elemen dalam tubuh protes, barulah mereka memesan makanan dan mengobrol tentang apa saja. Kadang mulutpun tertutup, karena energi yang terkuras, jadi part berbincang-bincang digantikan oleh berpandang-pandangan, sembari berbagi selimut tipis yang membalut tubuh pol

