Dasha berjalan ke arah kelasnya dengan bibir yang tersenyum kecil, hatinya amat sangat membuncah senang karena keajaiban yang terjadi tadi di rumah Damian hingga ia tak bisa mengontrol dirinya. Dasha menganggap hal ini keajaiban karena ia sempat berpikir kalau ia takkan bertemu dengan Laura lagi. Namun, pikiran itu dipatahkan oleh Damian dan ia sungguh berterima kasih kepada pria itu. "Rein." Dasha berjalan cepat menghampiri Rein yang sedang mengambil bukunya dari loker. Rein sendiri hanya melirik Dasha sesaat lalu kembali fokus mencari-cari bukunya. Moodnya masih kurang bagus, ia tak berminat berbicara, terutama pada Dasha. "Rein, dengar. Aku tahu kau marah. Maafkan aku," ujar Dasha berterus terang. Matanya menatap lekat Rein, tapi pria itu masih enggan menatapnya, apalagi menanggapi

