Jarum jam menunjukkan angka dua ketika Damian menarik diri dari berkas-berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya. Sudah tujuh jam lebih ia tak bertemu dengan Dasha, dan ia merindukannya. Semakin hari, perasaannya itu semakin jelas dan begitupun dengan keinginan menjaga Dasha yang semakin besar. Damian kemudian menyambar ponselnya dengan cepat dan mencari nomor telepon Dasha. Di jam segini, gadisnya pasti sudah pulang atau mungkin sekarang ia sedang berbaring di atas ranjangnya. Damian sepertinya tak perlu menunggu lama karena dalam sekali panggilan, telepon itu diangkat oleh Dasha. Sahutan dengan suara yang lembut itu terdengar dari speaker ponselnya membuat hati Damian mengembang senang, sesederhana itu untuk bahagia. "Hey ... sudah pulang sekolah?" tanya Damian tersenyum kecil. Kedua

