Aku mengelus perut yang masih rata seperti perutnya Kendall Jenner dengan perasaan campur aduk. Ini bukan pengaruh belum makan dan mencoba menenangkan cacing-cacingku yang demo minta makan tapi ini efek dari perkataan kejam Lilian yang mengatakan kalau aku nggak subur hingga belum bisa menghasilkan keturunan untuk Dustin. Padahal selama ini aku selalu memeriksakan kesehatan rutin dan dalam keadaan baik-baik saja. Ya bukan memeriksakan kesuburan sih hanya check up biasa. "Bi." Aku menoleh dan menemukan Prilly yang senyum-senyum bahagia. "Kenapa? Ekspresimu seperti habis dapat undian sabun colek berhadiah lelaki tampan berdada bidang." "Ah masa bodo dengan lelaki tampan d**a bidang itu karena gue sudah punya officially d**a bidangku sendiri." "Apaan sih?” tanyaku penasaran. Prilly dud

