"Akhirnya," desah gue seraya menyeka keringat, menyandarkan punggung di sofa dan meluruskan kaki. "Aku capek," keluh Bianca yang tidur selonjoran di sofa menutup wajahnya dengan bantal minion yang dibawanya dari rumah. Kakinya dengan seenaknya ada di atas paha gue. Ini malam kedua gue di rumah sakit setelah dioperasi. Kata Dokter Tama besok siang, gue sudah diperbolehkan pulang ke rumah hanya harus melakukan rawat jalan selama masa penyembuhan. Secara fisik gue sehat hanya lengan gue yang di perban bekas operasi yang masih terasa ngilunya. Tapi hal itu tidak akan menghalangi gue melakukan kegiatan apapun meski hanya mengandalkan satu tangan."Jangan tidur di sini nanti kalau kamu terguling ke bawah repot." "Nggaklah selama ada tempat tidur yang bisa dipakai. Kakiku pegel. Istirahat dul

