Paginya, ketika bangun hal pertama yangaku lihat adalah beberapa tangkai bunga mawar merah ada di atas tempat tidur. Mataku langsung terang lalu bangkit duduk dan tersenyum saat mengambil mawar segar itu. Aku cium aroma wanginya seraya mengedarkan pandangan. Pandaku sudah duduk manis di tempat yang biasa ditidurin Mas Sum sedangkan lelaki resek itu sudah menghilang entah kemana. "Tumben manis banget ada beginian," desahku takjub lalu melotot saat melihat jam dan turun dari tempat tidur masih sambil memeluk bunga itu tapi agak sedikit oleng saat menapak lantai. "Aduh gempa bumi," gumamku seraya menyeimbangkan tubuh. "Orang yang biasanya habis ngefly gitu tuh. Seimbangin dulu berdirinya baru jalan. Biar nggak terperosok." Aku reflek menoleh ke pintu kamar melihat Dustin yang sudah

