Setelah mengucapkan salam, Syams masuk ke rumahnya. Painem sedang menonton sinetron favoritnya, Ikatan Cinta. Sesekali emaknya Syams itu mengomeli tokoh yang ada di televisi. Padahal sinetron itu sudah sangat bisa ditebak alurnya, tetapi masih saja banyak yang suka menonton. “Baru pulang, Syams?” tanya Painem. Pasalnya ini sudah jam sembilan malam, tetapi Syams baru pulang. “Iya, Mak. Sekalian nunggu Isya.” “Nunggu Isya apa ketiduran di masjid?” “Nunggu Isya sampai ketiduran di masjid, Mak.” Syams terkekeh karena Painem bisa menebaknya. Dia melepaskan pecinya kemudian duduk di samping emaknya. “Mak, Syams kok takut masuk kamar, ya? Boleh tidur di kamar emak?” “Lagi berantem sama Starla?” Syams menggeleng. “Enggak, Mak. Syams takut kehilangan sesuatu yang selama ini kujaga.” Pain

