“Syams?” Kedua orang yang saling berpelukan itu pun melepaskan diri. Mereka seperti pencuri yang mendadak ketahuan saat sedang maling. Keduanya terdiam hingga Syams menyemburkan tawanya. “Kalian memang cocok! Beruntung Allah tunjukkan semuanya sekarang.” Syams menertawakan dirinya sendiri. Apakah dia terlalu polos hingga bisa tertipu oleh mereka atau memang dia yang bodoh? Dia pikir ucapannya kepada Fatimah tadi keterlaluan. Syams berencana menyusulnya dan mengajak makan siang, tetapi dia malah melihat drama mengejutkan di depannya. “Syams! Dengarkan aku dulu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Syams menggeleng. Dia sudah terlanjur kecewa dengan Fatimah. Gadis yang selama ini dia kasihani malah memanfaatkannya. Dia sampai membuat istrinya sakit hati karena kedekatan mereka. “

