Rujak

1126 Kata

Semenjak hamil, Fatimah sering datang ke rumah Syams dengan alasan ingin bertemu ayah dari bayi yang dikandungnya. Meski selalu mendapat penolakan, dia tidak pernah putus asa merayu Syams. Siang ini dia sudah bersiap mengantarkan makan siang untuk Syams. Dia tidak peduli meski diabaikan. Yang terpenting dia bisa masuk di kehidupan Syams. “Mbak! Tolong jagain Lala sebentar, ya!” “Iya, Bu.” Fatimah kali ini memakai pakaian yang ketat supaya terlihat perutnya yang semakin buncit. Dia semakin terlihat cantik hingga membuat para lelaki di desa itu semakin terpesona. Dia berjalan kaki menuju rumah Syams. Semua orang sudah tahu jika Syams menghamilinya, tetapi dia bukannya malu malah bangga. Namun, siang ini sepertinya nasibnya tidak beruntung. “Selamat siang, cantik.” Fatimah mundur da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN