Aisha terbangun dalam keadaan dipeluk begitu erat, di dalam selimut yang sama oleh Aslan. Pria itu bersikap seolah-olah tidak membiarkan Aisha untuk sedikit pun beranjak pergi dari sisinya. Samar, Aisha merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Bukan karena sakit. Melainkan letih yang berasal dari percintaan, yang ia dan Aslan lakukan semalam tanpa henti. Memejamkan mata sejenak, Aisha langsung teringat kejadian semalam. Mana mungkin juga ia lupa bagaimana Aslan yang begitu memuja setiap inchi tubuhnya. Begitu lemah-lembut. Dengan amat sangat hati-hati. Seolah ingin memberikan kesan mendalam nan intim yang tidak boleh sedikit pun terlupakan dalam hidup mereka. Aisha pikir, melayani Aslan sekali saja sudah lebih dari cukup. Tapi, siapa sangka, dengan nakalnya pria itu sengaja membangunkan. Me

