Another Part (7) of Opposite

857 Kata

Adrian tiba dirumah dengan perasaan bercampur aduk. Hatinya bersorak bahagia ketika menemukan titik terang dari rasa yang selama ini terkubur dan akhirnya bersinar kembali. Tapi di sisi lain, ia mengutuk rasa itu. Rasa yang entah kapan sirna nya kepada pemilik yang tidak bisa ia genggam lagi. Sosok yang sudah memiliki kehidupan sendiri bersama hati yang menjadi pelabuhan terakhirnya. Sementara dirinya, masih begitu-begitu saja. "Ahhh sialan!". Umpat nya. Ia menatap cermin dan menampakkan pantulan gagah dari tubuh nya. Mapan, sukses, tampan, hampir berkepala empat namun masih betah melajang. Ia benar-benar mengutuk dirinya sendiri yang belum bisa mengenyahkan Ify di hati dan pikiran nya. "Kenapa mereka kuliah disini? Apa Ify gak tau kalau gue ngajar disini?". Andrian mencoba m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN