Ibu Sakit

1415 Kata

Kutepis desiran aneh yang mengusik hatiku. Senyuman manis itu seolah berhasil mengoyahkan rasaku pada wanita itu.   'Bagas, ingat dia bukan gadis impianmu.'   Aku segera menyadarkan diriku dari rasa aneh itu. Kulangkahkan kakiku meninggalkan Yasmin. Aku harus segera sampai di Bojonegoro sebelum jam pelajaran sekolah dimulai agar dapat bertemu dengan kekasih hatiku.   Setelah perjalanan hampir dua jam lebih lima belas menit, akhirnya aku sampai juga di depan pintu gerbang sekolah menengah pertama tempat Reza mengajar.   Pagi masih buta, udara pagi yang berkabut membuat hawa dingin semakin menusuk ke dalam tulang-tulangku. Meskipun kini aku sudah menggunakan pakaian yang cukup tebal.   'Dek, dek kalau bukan karena kamu, Mas tidak mau disuruh ke sini pagi-pagi seperti ini.'   Kugo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN