Badai di Cocoyasi

520 Kata
Kabut pagi masih menyelimuti jalan menuju Desa Cocoyasi ketika Kazuki dan Zoro melangkah di atas tanah berpasir. Suara ombak yang tenang kontras dengan ketegangan di udara. **"Kau yakin navigator yang kau cari ada di sini?"** tanya Zoro, matanya menyipit menatap deretan rumah kayu yang mulai terlihat. **"Percayalah,"** jawab Kazuki sambil mengaktifkan **Haki Observasi**-nya. Sensasi energi hidup warga desa terasa seperti lilin kecil—kebanyakan lemah dan ketakutan. Tapi satu energi berbeda: **panas, bergejolak, dan penuh dendam**. **"Dia di sana."** Tiba-tiba, teriakan memecah keheningan. **"KELUAR, KAU TIKUS-TIKUS TANPA NILAI!"** Suara itu menggelegar dari pusat desa. Kazuki dan Zoro saling pandang sebelum berlari menuju sumber suara. --- **Di Lapangan Desa Cocoyasi** Seorang gadis berambut oranye terikat—**Nami**—berdiri tegang di depan kelompok ikan-man dengan senjata mengkilap. Di depannya, **Arlong** tersenyum lebar, gigi gergajinya berderak. **"Nami, Nami... Kau pikir aku tidak tahu kau mencuri uang untuk khianati kami?"** Nami menggigit bibir, tangannya mencengkeram peta buta. **"Aku hanya butuh waktu lebih—"** **"ENOUGH!"** Arlong mengangkat tangan. **"Bunuh semua orang di desa ini! Mulai dengan Genzo si—"** **"DRAGON WHISPER!"** Serangan udara berkecepatan tinggi dari mulut Kazuki menghantam bahu Arlong, membuatnya terpeleset. Semua mata beralih ke dua pendatang baru. **[Misi Aktif: Kalahkan Arlong dan Bebaskan Desa Cocoyasi]** **[Hadiah: 1.500 PP, Peta Grand Line, Rekrut Nami]** **"Siapa kau?!"** geram Arlong. Kazuki melangkah maju, sisik naga mulai muncul di lengan kanannya. **"Namaku Kazuki. Aku akan menjadi Raja Bajak Laut—dan hari ini, kerajaan sampahmu runtuh."** --- **Pertempuran Dimulai** Zoro langsung menyerang **Hachi**, delapan pedangnya beradu dengan santoryu. **"Kau akan jadi santapan pedangku, gurita!"** Sementara itu, Kazuki berhadapan langsung dengan Arlong. **"Manusia kecil! Kau berani tantang ikan-man?!"** Arlong menerjang, gigi-giginya siap merobek. Kazuki mengaktifkan **transformasi parsial**: lengan kanannya menjadi cakar naga penuh, sementara mata dan taringnya memanjang. **CLANG!** Cakar dan gigi bertemu, memercikkan api. **[Analisis Pertarungan]** - **Arlong**: Kekuatan A, Kecepatan B, Ketahanan S (di air) - **Kazuki**: Kekuatan B+, Kecepatan A, Ketahanan A- **"Kau kuat,"** desis Arlong. **"Tapi di sini, kami penguasa air!"** Dia menyemburkan air dari mulut, membanjiri lapangan. Kazuki terpeleset—kelemahan buah iblisnya mulai kentara. **"Kazuki!"** Nami berteriak khawatir. Tapi justru saat itulah **Haki Observasi** Kazuki bekerja. Dia merasakan **kehadiran semua tetes air**, setiap gerakan Arlong seolah dalam slow motion. **"Tertangkap."** Dengan gerakan tiba-tiba, Kazuki mengubah cakarnya menjadi **tangan manusia** dan **mencekik Arlong** tepat di insangnya. **"KELEMAHANMU—INSANG!"** Arlong terbatuk, matanya membulat. **"BAGAIMANA KAU TAHU—"** **"Dragon Tail Strike!"** Ekor naga tiba-tiba tumbuh dari punggung Kazuki, menghantam Arlong hingga menembus tiga rumah. **[+1.500 PP!]** **[Level Buah Iblis Naik: Transformasi Parsial → 75%]** --- **Epilog** Dengan Arlong kalah, warga desa bersorak. Nami jatuh berlutut, air mata meleleh di peta butanya. **"Aku... akhirnya bebas..."** Kazuki menghampiri, mengulurkan tangan. **"Bergabunglah denganku. Aku butuh navigator terbaik untuk mencapai Grand Line."** Nami memandangnya lama, lalu tersenyum lelah. **"Kau berutang 100 juta berry padaku untuk ini."** **[Anggota Kru Kedua Didapatkan: Nami]** **[Reputasi Kru +200]** Zoro mendekat dengan wajah babak belur. **"Kru aneh kita bertambah."** Di kejauhan, bendera Arlong Park robek tertiup angin. **[Misi Baru: Persiapkan Kapal dan Berlayar ke Loguetown]** **[Hadiah: Kapal Legendaris "Tatsu no Kaze" (Angin Naga)]** Petualangan mereka baru saja dimulai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN