Kabut pagi masih menyelimuti jalan menuju Desa Cocoyasi ketika Kazuki dan Zoro melangkah di atas tanah berpasir. Suara ombak yang tenang kontras dengan ketegangan di udara.
**"Kau yakin navigator yang kau cari ada di sini?"** tanya Zoro, matanya menyipit menatap deretan rumah kayu yang mulai terlihat.
**"Percayalah,"** jawab Kazuki sambil mengaktifkan **Haki Observasi**-nya. Sensasi energi hidup warga desa terasa seperti lilin kecil—kebanyakan lemah dan ketakutan. Tapi satu energi berbeda: **panas, bergejolak, dan penuh dendam**.
**"Dia di sana."**
Tiba-tiba, teriakan memecah keheningan.
**"KELUAR, KAU TIKUS-TIKUS TANPA NILAI!"**
Suara itu menggelegar dari pusat desa. Kazuki dan Zoro saling pandang sebelum berlari menuju sumber suara.
---
**Di Lapangan Desa Cocoyasi**
Seorang gadis berambut oranye terikat—**Nami**—berdiri tegang di depan kelompok ikan-man dengan senjata mengkilap. Di depannya, **Arlong** tersenyum lebar, gigi gergajinya berderak.
**"Nami, Nami... Kau pikir aku tidak tahu kau mencuri uang untuk khianati kami?"**
Nami menggigit bibir, tangannya mencengkeram peta buta. **"Aku hanya butuh waktu lebih—"**
**"ENOUGH!"** Arlong mengangkat tangan. **"Bunuh semua orang di desa ini! Mulai dengan Genzo si—"**
**"DRAGON WHISPER!"**
Serangan udara berkecepatan tinggi dari mulut Kazuki menghantam bahu Arlong, membuatnya terpeleset. Semua mata beralih ke dua pendatang baru.
**[Misi Aktif: Kalahkan Arlong dan Bebaskan Desa Cocoyasi]**
**[Hadiah: 1.500 PP, Peta Grand Line, Rekrut Nami]**
**"Siapa kau?!"** geram Arlong.
Kazuki melangkah maju, sisik naga mulai muncul di lengan kanannya. **"Namaku Kazuki. Aku akan menjadi Raja Bajak Laut—dan hari ini, kerajaan sampahmu runtuh."**
---
**Pertempuran Dimulai**
Zoro langsung menyerang **Hachi**, delapan pedangnya beradu dengan santoryu.
**"Kau akan jadi santapan pedangku, gurita!"**
Sementara itu, Kazuki berhadapan langsung dengan Arlong.
**"Manusia kecil! Kau berani tantang ikan-man?!"** Arlong menerjang, gigi-giginya siap merobek.
Kazuki mengaktifkan **transformasi parsial**: lengan kanannya menjadi cakar naga penuh, sementara mata dan taringnya memanjang.
**CLANG!**
Cakar dan gigi bertemu, memercikkan api.
**[Analisis Pertarungan]**
- **Arlong**: Kekuatan A, Kecepatan B, Ketahanan S (di air)
- **Kazuki**: Kekuatan B+, Kecepatan A, Ketahanan A-
**"Kau kuat,"** desis Arlong. **"Tapi di sini, kami penguasa air!"**
Dia menyemburkan air dari mulut, membanjiri lapangan. Kazuki terpeleset—kelemahan buah iblisnya mulai kentara.
**"Kazuki!"** Nami berteriak khawatir.
Tapi justru saat itulah **Haki Observasi** Kazuki bekerja. Dia merasakan **kehadiran semua tetes air**, setiap gerakan Arlong seolah dalam slow motion.
**"Tertangkap."**
Dengan gerakan tiba-tiba, Kazuki mengubah cakarnya menjadi **tangan manusia** dan **mencekik Arlong** tepat di insangnya.
**"KELEMAHANMU—INSANG!"**
Arlong terbatuk, matanya membulat. **"BAGAIMANA KAU TAHU—"**
**"Dragon Tail Strike!"**
Ekor naga tiba-tiba tumbuh dari punggung Kazuki, menghantam Arlong hingga menembus tiga rumah.
**[+1.500 PP!]**
**[Level Buah Iblis Naik: Transformasi Parsial → 75%]**
---
**Epilog**
Dengan Arlong kalah, warga desa bersorak. Nami jatuh berlutut, air mata meleleh di peta butanya.
**"Aku... akhirnya bebas..."**
Kazuki menghampiri, mengulurkan tangan. **"Bergabunglah denganku. Aku butuh navigator terbaik untuk mencapai Grand Line."**
Nami memandangnya lama, lalu tersenyum lelah. **"Kau berutang 100 juta berry padaku untuk ini."**
**[Anggota Kru Kedua Didapatkan: Nami]**
**[Reputasi Kru +200]**
Zoro mendekat dengan wajah babak belur. **"Kru aneh kita bertambah."**
Di kejauhan, bendera Arlong Park robek tertiup angin.
**[Misi Baru: Persiapkan Kapal dan Berlayar ke Loguetown]**
**[Hadiah: Kapal Legendaris "Tatsu no Kaze" (Angin Naga)]**
Petualangan mereka baru saja dimulai.