Tania berdiri di pinggir jalan, mencari taksi untuk mereka berdua menuju hotel, sementara Reza sibuk mengurus barang-barang mereka. Sudah cukup lama Tania menunggu taksi yang kosong, sepertinya dia harus menambah lagi setok sabarnya, karena di tempat seramai itu orang berebut taksi agar bisa cepat-cepat sampai ke tempat tujuan. Tania menghela napas, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, “Mbak, cari taksi ya?” Tania mengangguk, “Sebelah sana mbak, taksi saya kosong.” ucap pria plontos itu sembari menunjukan taksinya. “Tapi, saya nunggu teman saya dulu, Pak.” “Bisa sambil nunggu di taksi mbak, biar mbaknya nggak pegal.” Tania mengikuti. Namun, saat dia mengangkat kaki untuk naik ke dalam taksi tiba-tiba dia merasakan sakit di bagian tengkuk lehernya, seperti ada sebuah jarum yang

