Natla: Drama di Pagi Hari "Sial!" Kontan aja gue mengumpat melihat pantulan wajah gue di cermin. Bercak merah keunguan membuat gue meringis ngeri lalu disusul suara dengusan kasar. Goblok banget lo, La! Bisa-bisanya kebablasan sampai leher lo merah-merah begini! Bukan cuma ada satu doang lagi! Ada dua hei! Entah Raja yang emang jago ciuman, atau emang gue aja yang terlalu terbawa suasana sampai-sampai nggak sadar diri kalau bibirnya Raja udah menjalar ke leher gue. Nggak mau munafik, gue emang menikmatinya. Gue bahkan nggak protes sewaktu bibirnya berpindah ke leher dan membuat bercak-bercak ini. Gue harus gimana? Masa iya gue pulang dalam kondisi leher merah-merah kayak gini? Apa kata Mami sama Papi nanti? Gue harus jawab apa kalau sampai ketahuan? Masa iya gue ngaku kalau gue s

