Natla: Berakhir Luluh "Makan dulu, ya?" Gue menengok ke belakang dan melihat Fatia mengangguk-anggukkan kepalanya penuh semangat. "Ya udah." Gue menjawabnya sembari mengangguk kecil. Raja tersenyum tipis ke gue dan Fatia secara bergantian. Sebelum laki-laki itu menghidupkan mesin mobilnya, Raja mengarahkan sebelah tangannya untuk mengusap kepala gue. Nggak usah heran kenapa gue sama dia akur sekarang. Semua berubah cuma dalam satu malam doang. Setelah dia kena ciduk lagi makan sambil menonton film, padahal ngakunya barusan kena serempet motor orang, Raja menyusul gue pulang untuk menjelaskan semuanya. Semula gue nggak mau mendengar penjelasan Raja. Tetapi karena Davian membantu laki-laki itu agar gue mau membuka pintu, pada akhirnya gue terpaksa menemui Raja yang udah memasang

