Flo terlihat duduk dan melemparkan tatapan tajamnya pada kertas-kertas yang mengisi meja yang berada di depan televisi. Gadis cantik itu terlihat sangat waspada, seakan-akan kertas yang tengah ia tatap itu tak lain adalah musuh yang sewaktu-waktu bisa bangkit lalu menerkam dirinya. Flo pun menghela napas panjang, merasa frustasi dengan apa yang ia pikirkan. Sementara Sarah yang masih berada di apartemen tersebut mengintip Flo dan bertanya, “Apa kau masih belum bisa memutuskan?” Flo mengangguk. “Aku memerlukan waktu lebih lama lagi untuk memutuskannya, Kak. Aku tidak ingin mengambil keputusan yang salah,” ucap Flo. Jujur saja, tawaran kerja sama ini adalah tawaran yang sangat menarik. Sebab perusahaan yang dipimpin oleh Killian, adalah kerajaan bisnis yang bernaung di bawah grup milik kel

