Saat Bianca membuka mata dan merasakan pegal, yang ia terima hanyalah raut polos Ryuu dalam dekapan. Anak itu berbaring beralaskan lengannya sebagai bantalan. Bianca tersentak. Mengamati sekitarnya yang temaram kemudian bangun. Menyadari kalau ia tertidur, tidak sengaja, dan terbangun di malam hari karena ini bukan kamarnya. Jejak airmata yang telah mengering sampai pada wajah Ryuu yang pucat. Napas bocah itu teratur. Dan sewaktu-waktu bisa berubah. Yang Bianca ingat Ryuu menangis. Berkata kalau dia merindukan ibunya dan Bianca memeluknya. Lena menitipkan segelas s**u hangat dan Ryuu tertidur setelahnya. Tanpa mau ia tinggalkan. Tangannya terjulur untuk mencari tas selempang yang tersampir di sisi nakas kayu. Ketika membuka ponsel, menyadari pukul dua malam dan Bianca tidak akan bisa pe

