Keluarga besar Tari sudah berkumpul di kediaman Eyang kakung Tari. Sebelum mengganti pakaiannya dengan kain batik dan kembang untuk melakukan prosesi siraman, Tari akan sungkeman memohon doa dan meminta maaf pada kedua orangtuanya. “Ehm, buat Ayah.. Mau bilang apa ya?” ucap Tari yang berdiri di stage yang telah disiapkan untuk akad nikahnya besok. Suara tawa terdengar. Tari tak pernah melow hingga harus menyusun kata selama ini. “Yah.. Sebelumnya Tari mau minta maaf, ya walaupun gak tau sih salah Tari apa saking banyaknya.. Dan.. Terimakasih Yah, sudah menyayangi dan menjaga Tari selama ini, sudah ngajarin Tari agar tetap tangguh. Ayah.. Ayah terlalu luar biasa baik sampai Tari gak bisa ngungkapin dengan kata-kata.” Tari mengerjapkan matanya, apal

