Satu minggu setelah menikah, Raja dan Tari kembali ke asrama. Sepanjang perjalanan Tari enggan menatap Raja. Salahkan suaminya itu yang tak mau menerima tawaran Ayahnya untuk bulan madu di Bali, padahal Tari sangat senang saat mendengar tawaran Ayahnya, juga iming-iming cuti satu minggu untuk bulan madu mereka. Begitu mobil Raja berhenti didepan asramanya, Tari langsung bergegas turun dan berdiri didepan pintu menungu Raja membuka pintu rumah dinasnya. “Tangkap!” Seruan Raja itu membuat Tari menoleh dan sebelum tangannya sigap menangkap kunci yang dilempar Raja, kunci itu sudah mendarat di pelipisnya lalu terjatuh didekat kaki Tari. “Aduh” Tari mengusap pelipisnya, kedongkolannya bertambah, apalagi Raja tak mengucapkan apa

