Tari mengikat sepatu larasnya dengan tergesa tetapi saat ia berdiri, Raja sudah berada di depannya dengan wajah datar dan tangan yang bersedekap. "Lo disini ngapain?" tanya Tari jutek. Raja merogoh saku celananya dan menyerahkan kotak beludru merah itu pada Tari "Ap--" "Saya tidak akan mengajak kamu menikah, tapi sejak awal cincin ini untuk kamu, jadi terima ya? Anggap saja kenang-kenangan" ucap Raja menatap Tari intens. Tari menghela napas lalu mengambil kotak beludru itu. "Sekarang semua terserah kamu, pilihan ada ditangan kamu kan? Apapun itu, semoga kamu bahagia" ucap Raja lalu ia mengacak puncak kepala Tari dan berbalik pergi. Tari memang sudah memberikan jawaban pada Ayahnya, Tari hendak memanggil Raja tetapi lagi-lagi

