Suasana halaman RSPAD Gatot Soebroto tampak ramai dipenuhi tim relawan yang akan berangkan ke Kongo. Tari berdiri diapit oleh Raquel dan Elang. Upacara pelepasan baru saja selesai dan para rekan kerja yang tidak menjadi tim relawan diberi waktu untuk berbincang sebelum jemputan ke bandara datang 30 menit lagi. "Lo hati-hati disana Tar." Raquel tampak tidak rela melepas sahabatnya. "Iya tenang aja" jawab Tari santai, padahal dalam hatinya ia ingin menangis. "Kabarin gue kalau sampai disana. Barang lo udah semua kan?" Tari hanya menganggukkan kepalanya, sekali saja ia membuka suara bisa dipastikan air matanya akan luruh. Elang merangkul bahu Tari, ia sudah menganggap Tari sebagai adiknya sendiri. "Nangis aja lagi, gak usah tinggin gengsi deh" ucap Elang santai. Ia te

