Tari menundukkan kepalanya, air matanya menetes. Pasien yang dia tangani tidak selamat. Tadi ditengah ia sedang melakukan operasi, dokter spesialis bedah datang dan membantu Tari tetapi, pendarahannya terlalu banyak dan stok darah yang dibutuhkan sedang kurang. "Cokelat bisa mengembalikan mood" Tanpa mendongakkan kepala, Tari tau itu adalah kapten Alfath. Tari menyeka air matanya. "Kapten ngapain di rumah sakit?" tanya Tari dengan suara sangau. Alfath ikut duduk disamping Tari, tangannya masih menggenggam cokelat pemberian salah satu anak di pengungsian. "Kamu gagal menyelamatkan pasiennya?" pertanyaan Alfath membuat Tari menolehkan kepalanya. Bagaimana pria itu bisa tau? "Saya juga gagal menyelamatkan seorang anak." ucap Alfath. Terdapat raut kesedihan di wajahnya

