35. [END]

1112 Kata

    Sean sudah sangat bersemangat dan sangat percaya diri bahwa ia dan Ayahnya akan menang, tapi sayang istana pasirnya kalah bagus dari buatan Yena dan Papahnya. Sean berjalan menuju Bundanya mendahului Ayahnya, sepertinya Sean akan marah lagi dengan Ayahnya. "Lho anak Bunda kenapa mukanya ditekuk gitu?" tanya Lentera begitu melihat Sean dengan wajah kusut dan bibir manyunnya.     Sean memeluk leher Lentera dan sedikit terisak, Lentera semakin bingung dengan perubahan sikap Sean. "Sean kenapa? Ayo cerita sama Bunda" Lentera melepas pelukan Sean dan mengusap air mata Sean "Ayah payah" ucap Sean disela isakannya "Sean nggak boleh ngomong kaya gitu, emang Ayah kenapa?" tanya Lentera berusaha menenangkan Sean "Ayah bilang bakalan menang tadi waktu bikin istana pasir tapi kita kalah, Sea

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN